Masa Depan Sang Petani

Pengantar

Bulan ini sudah masuk masa panen padi. Seperti biasa, panen kali ini juga sama seperti panen sebelumnya, cukuplah untuk kebutuhan beras sekeluarga sampai panen berikutnya. Bahkan, bapak sebagai petani juga menjual gabah sisa panen ke tempat pengepul langganannya. Dan biasanya bapak sengaja menjual gabahnya hanya untuk menutup kebutuhan pokok. Memang benar bahwa sumber penghasilan utama keluarga kami adalah dari hasil panen padi, walaupun terkadang bapak juga punya pekerjaan sampingan sebagai tukang batu atau kuli bangunan.

Keluarga kami, terutama bapak adalah salah satu dari banyak masyarakat di desa kami yang masih memiliki lahan sawah dan masih bisa mengelola sawahnya dengan tenaga sendiri. Mulai dari proses planning, organizing, actuating, controling sampai finishing (panen). Bapak menghabiskan waktu sehari-hari dari pagi sampai siang untuk mengunjungi sawahnya bertahun-tahun sampai hari ini. Bahkan kadang dini hari pun bapak sering pergi ke sawah hanya untuk memastikan sawahnya teraliri air dengan baik. Dan semakin bertambahnya hari, bulan dan tahun, umur bapak juga ikut bertambah. Hanya ada satu yang berkurang, kondisi fisiknya. Menurunnya kondisi fisik dari para petani yang sudah memiliki umur diatas 50 tahun, yang mana salah satunya itu bapak, adalah sebuah warning bagi penerus petani khususnya di desa kami.

Pak Harto

Pak Harto dan Bu Tien, Image by cendananews.

Sumber Data

Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan keinginannya agar anak muda lebih berminat menjadi petani. Hal itu disampaikan pada acara pengukuhan duta petani milenial Kementerian Pertanian (Jumat, 6/8/2021).

Seperti dikutip dari laman detik.com, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah petani per 2019 mencapai 33, 4 juta orang. Dari jumlah tersebut, jumlah petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya 2,7 juta orang atau setara dengan 8 persen dari total petani. Sedangkan 30,4 juta orang lainnya, atau sekitar 91 persen berusia di atas 40 tahun, dengan mayoritas usia mendekati 50-60 tahun. Dari data yang sama, dari periode 2017 ke 2018 terjadi penurunan jumlah petani usia muda sebesar 415.789.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo seperti dikutip dari laman pertanian.go.id, menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Dengan potensi tersebut, pertanian bisa menjadi kekuatan utama pembangunan Indonesia di masa depan.  “Kalau kita mau membangun bangsa ini, (sektor.red) yang paling siap adalah pertanian. Sumber dayanya sudah ada. Tapi semuanya harus dikejar lebih cepat.” Demikian disampaikan oleh Syahrul saat menyampaikan kuliah umum di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Selasa, 24 Agustus 2021.

BACA JUGA  Seberapa Penting Makan Nasi ?

Seberapa Penting Beras Bagi kita ?

Seperti yang saya tulis di artikel Seberapa Penting Makan Nasi , Beras adalah kebutuhan utama mayoritas penduduk indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, data konsumsi beras masyarakat indonesia di tahun 2015 adalah sebanyak 114 Kg per kapita per tahun.

Menurut informasi yang didapat dari alodokter,

Dalam satu porsi nasi putih seukuran mangkok (180 gram), setidaknya terkandung 50 gram karbohidrat. Meski kadarnya tinggi, karbohidrat dalam nasi putih lebih banyak terdiri dari gula dan pati, ketimbang serat.

Selain karbohidrat, nutirisi lain yang terkandung dalam nasi putih antara lain vitamin B1, B2, B3, B6, protein, zat besi, fosfor, selenium, mangan, dan magnesium.

Pendapat Saya

Menurut saya, bagi sebagian masyarakat, berkurangnya minat pemuda untuk menjadi petani salah satunya adalah faktor ekonomi. Semakin bertambahnya tekanan ekonomi di zaman modern, membuat para pemuda sangat berkeinginan untuk langsung terjun ke dunia industri setelah lulus sekolah. Budaya orang tua juga ikut berpengaruh, budaya orang tua dari orang tua kita sudah jauh berbeda sehingga membuat orientasi tentang karir masa depan juga ikut berubah.

Selain faktor ekonomi, ada juga faktor yang lain seperti banyaknya masyarakat yang tidak memiliki lahan untuk bertani. Hal ini menyebabkan bertambahnya pemuda yang memilih untuk berkarir dibidang selain pertanian.

Penutup

Berdasarkan data yang kita baca, bahwa masyarakat indonesia sepertinya belum siap mengganti bahan makanan pokoknya. Karena beras masih menjadi makanan utama bagi setiap masyarakat indonesia. Dan persiapan indonesia untuk regenerasi petani belum terlalu matang, dikarenakan belum adanya sosialisasi secara masif dan menyeluruh.

Semakin berkurangnya minat masyarakat menjadi petani, membuat kita juga bertanya-tanya, Siapakah yang nanti akan meneruskan jejak orang tua kita dalam bertani ? Apakah nanti akan muncul petani generasi robot / aritificial intellegent ? atau apakah nanti makanan pokok masyarakat indonesia akan berganti ?

BACA JUGA  Seberapa Penting Makan Nasi ?

Terima kasih sudah membaca.

 

Catatan Kaki :

https://news.detik.com/kolom/d-5692734/melahirkan-petani-muda-dengan-kebijakan-nyata

https://waspada.co.id/2015/03/konsumsi-beras-orang-indonesia-114-kg-per-tahun-per-kapita/

Share

aliwahyudin

Blog ini di tulis berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Apabila didalam konten terdapat kesamaan itu bukan merupakan unsur kesengajaan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.